Siapa Ellie Tahan di Game? Mengenal Karakter, Skill, dan Perannya
Pernahkah kamu mendengar nama “Ellie Tahan” saat bermain game atau berdiskusi dengan teman-teman gamers? Istilah ini mungkin terdengar ambigu bagi sebagian pemain. Pada dasarnya, “Ellie Tahan” bukan merujuk pada satu karakter spesifik dari game tertentu seperti The Last of Us, melainkan lebih sering digunakan dalam konteks komunitas game Indonesia untuk menggambarkan sebuah peran atau strategi bertahan (tahan) yang dilakukan oleh karakter bernama Ellie, atau secara metaforis, strategi ketahanan tim yang mirip dengan sifat karakter Ellie yang tangguh.
Artikel ini akan mengupas tuntas makna “Ellie Tahan”, baik sebagai konsep dalam game tertentu maupun sebagai strategi bermain yang populer, dilengkapi dengan panduan skill dan strategi untuk memaksimalkannya.

Memahami Konsep “Tahan” dalam Game dan Kaitannya dengan Ellie
Dalam dunia game, terutama genre MOBA (Mobile Legends, Dota 2), MMORPG, atau game strategi, istilah “tahan” merujuk pada kemampuan survivability atau daya tahan. Karakter “tank” atau “defender” dirancang untuk menahan serangan musuh, melindungi rekan tim yang lebih rentan (seperti marksman atau mage), dan memulai pertempuran.
Lalu, siapa Ellie? Jika merujuk pada game paling terkenal, Ellie adalah karakter utama dalam seri The Last of Us dari Naughty Dog. Dia digambarkan sebagai seorang gadis muda yang tangguh, mandiri, dan mampu bertahan (survive) dalam dunia pasca-apokaliptik yang kejam. Kualitas “bertahan” inilah yang kemudian diadopsi oleh komunitas gamers Indonesia. “Ellie Tahan” bisa berarti:
- Strategi Memainkan Karakter Bertahan: Menggunakan karakter dengan build item defensif (armor, magic resistance, HP) untuk menjadi sulit dikalahkan.
- Gaya Bermain Bertahan (Defensive Playstyle): Fokus pada perlindungan, penguasaan area, dan menunggu momentum yang tepat untuk menyerang, mirip dengan cara Ellie bertahan hidup.
- Metafora untuk Tim yang Solid: Sebuah tim yang mampu “bertahan” dari gempuran awal musuh dan bangkit di menit-menit akhir sering disebut memiliki “mental Ellie Tahan”.
Profil dan Skill Karakter “Tank” atau “Defender” (Analog dengan Ellie)
Meski “Ellie Tahan” bukan karakter resmi, kita dapat menganalogikannya dengan peran Tank/Defender pada umumnya. Karakter jenis ini biasanya memiliki kit skill yang berfokus pada ketahanan dan kontrol kerumunan (crowd control/CC).
Ciri-ciri Karakter “Tahan”:
- Statistik HP (Health Points) dan Defense yang Tinggi: Dibuatt untuk menerima damage besar.
- Skill Crowd Control (CC): Seperti stun, slow, knock-up, atau taunt untuk mengunci pergerakan musuh.
- Skill Perlindungan (Shield/Heal/Buff): Baik untuk diri sendiri atau melindungi rekan tim.
- Damage Rendah hingga Sedang: Fokusnya bukan membunuh, tapi menciptakan peluang bagi damage dealer.
Contoh Skill Set (Umum): - Skill 1 (Biasanya CC atau Gap-closer): Misalnya, sebuah dash yang diakhiri dengan stun ringan.
- Skill 2 (Biasanya AOE CC atau Buff): Misalnya, memukul tanah untuk memperlambat musuh di area, atau memberikan shield kepada diri sendiri.
- Skill Ultimate (Ultimate CC atau Perlindungan Besar): Misalnya, menarik semua musuh di area tertentu, atau memberikan damage reduction besar kepada seluruh tim untuk beberapa detik.
- Passive Skill (Seringkali Bertahan): Misalnya, mendapatkan armor tambahan saat HP di bawah 50%, atau mengurangi durasi efek CC.
Strategi dan Panduan Bermain “Ellie Tahan” yang Efektif
Bermain sebagai tulang punggung pertahanan tim membutuhkan mindset dan taktik yang berbeda dari carry. Berikut adalah strategi untuk menguasai peran “tahan”:
1. Posisi dan Rotasi Awal Game:
- Jadilah Penjelajah (Roamer): Di menit-menit awal, bantulah rekan mid-laner atau jadilah second support untuk side-laner. Gunakan skill CC-mu untuk membantu mendapatkan kill atau setidaknya memaksa musih menggunakan spell.
- Kontrol Vision: Selalu bawa dan tempatkan ward di sungai atau hutan musuh. Informasi adalah kunci untuk bertahan dari gank.
2. Teknik Bertahan dan Inisiasi di Teamfight: - Jangan Takut Maju, tapi Jangan Ceroboh: Posisikan dirimu di garis depan antara musuh dan damage dealer-mu. Tugasmu adalah menghalau ancaman.
- Pilih Target CC dengan Bijak: Jangan asal menggunakan skill CC. Fokuskan pada musuh dengan damage tertinggi (hyper carry) atau musuh yang sedang menggunakan channeling skill ultimate.
- Komunikasi adalah Kunci: Beri tahu tim kapan kamu akan melakukan inisiasi (“I’ll go in 3, 2, 1… GO!”) atau kapan skill ulti-mu sudah ready. Koordinasi menentukan menang/kalahnya sebuah war.
3. Build Item yang Tepat:
Item adalah bagian kritis dari strategi “tahan”. Build-lah sesuai dengan komposisi musuh: - Lawan Physical Damage Dominan: Prioritaskan item armor seperti Blade Armor, Antique Cuirass, atau Dominance Ice.
- Lawan Magic Damage Dominan: Bangun magic resistance dengan item seperti Athena’s Shield, Radiant Armor, atau Oracle.
- Lawan Tim dengan Banyak Heal/Lifesteal: Sea Halberd atau Necklace of Durance (walaupun biasanya dibawa support/mage, tank bisa membantu jika diperlukan).
- Item Utility untuk Tim: Immortality (untuk second life), Guardian Helmet (regenerasi setelah war), atau Twilight Armor (meledakkan damage burst).
4. Sinergi dengan Rekan Tim:
Karakter “Ellie Tahan” paling efektif ketika bekerja sama dengan: - Damage Dealer (Marksman/Mage): Lindungi mereka, beri mereka ruang dan waktu untuk mengeluarkan damage.
- Support/Healer: Sinergi yang sempurna. Support dapat menjaga HP-mu, sementara kamu melindunginya dari assassin.
Kesalahan Umum Pemain “Tahan” dan Cara Menghindarinya
- Terlalu Agresif Sendirian: Masuk sendirian ke 5 musuh tanpa tim siap. Solusi: Selalu pastikan tim dalam posisi siap follow-up sebelum inisiasi.
- Build Item yang Sama Setiap Game: Membeli item tank tanpa melihat komposisi damage musuh. Solusi: Analisis lineup musuh di loading screen dan rencanakan build-mu.
- Tidak Mengorbankan Diri untuk Carry: Terkadang, tugas terbaikmu adalah mati agar damage dealer-mu bisa hidup dan membalikkan pertarungan. Solusi: Prioritaskan keselamatan core tim di atas nyawamu sendiri di situasi kritis.
- Mengabaikan Farm Sepenuhnya: Meski bukan prioritas, tank tetap butuh gold untuk item. Solusi: Ambil farm yang aman dan tidak dibutuhkan oleh carry, atau dapatkan gold dari assist dan turtle/lord.
FAQ: Pertanyaan Seputar Ellie Tahan dan Gameplay Tank
1. Di game apa saja konsep “Ellie Tahan” ini berlaku?
Konsep ini berlaku luas di hampir semua game multiplayer kompetitif yang memiliki peran tank atau defender, seperti Mobile Legends: Bang Bang, Dota 2, League of Legends: Wild Rift, Overwatch 2, dan berbagai MMORPG seperti Genshin Impact (dalam tim composition) atau World of Warcraft.
2. Apakah karakter tank selalu harus jadi initiator?
Tidak selalu. Beberapa tank lebih cocok sebagai peel protector (pelindung) yang tetap berada di dekat carry untuk mengusir musuh yang mendekat, seperti Gatotkaca atau Lolita di Mobile Legends. Peran initiator biasanya diambil oleh tank dengan CC besar dan gap-closer, seperti Atlas atau Tigreal.
3. Bagaimana jika tim tidak memiliki damage dealer yang kompeten?
Sebagai tank, kamu memiliki opsi untuk membangun semi-damage item setelah 2-3 item defensif inti, seperti War Axe atau Bloodlust Axe, untuk memberikan sedikit threat damage tambahan. Namun, komunikasikan dengan tim dan tetaplah fokus pada tugas utama: melindungi dan mengontrol.
4. Apa tanda bahwa strategi “Ellie Tahan” berhasil?
Indikatornya adalah damage dealer-mu (seperti marksman atau mage) memiliki tingkat kematian (death) yang sangat rendah dalam statistik akhir, sementara kamu menerima damage tertinggi. Kemenangan dalam teamfight yang dimenangkan setelah bertahan dari serangan pertama musuh juga adalah tanda klasik strategi ini berjalan baik.
5. Bagaimana cara berlatih menjadi tank/defender yang baik?
- Pelajari Kit Skill: Pahami jangkauan, delay, dan efek setiap skill karaktermu.
- Tonton Pro Player: Amati bagaimana pro player seperti Echo atau RRQ di MLBB memposisikan tank mereka dalam pertandingan.
- Review Replay: Setelah game, tonton rekamannya, terutama saat tim kalah war. Analisis posisimu dan keputusan penggunaan skill-mu.