Dari Pemain Biasa Menjadi Juara Nasional: Perjalanan Awal dan Motivasi
Banyak yang mengira menjadi juara carrom nasional membutuhkan bakat sejak lahir. Namun, perjalanan Rizky Pratama, juara Carrom Nasional 2024, justru dimulai dari sebuah meja carrom usang di teras rumah neneknya di Surabaya. “Saya dulu hanya iseng mengisi waktu liburan sekolah,” kenang Rizky dalam wawancara eksklusif ini. “Tidak ada pelatih khusus, hanya belajar dari om-om di kampung dan menonton video turnamen India di YouTube.”

Titik baliknya terjadi saat ia menyaksikan langsung final Kejuaraan Carrom Antar-Kampus 2019 di Jakarta. “Saya melihat ketenangan dan presisi para pemain top. Saat itu, saya tersadar, carrom bukan sekadar permainan ‘sentil-sentil’ bidak, tapi catur di atas papan kayu. Mental dan strategi adalah segalanya.” Motivasi itulah yang mendorongnya berlatih secara sistematis, menganalisis setiap kekalahan, dan akhirnya menembus papan atas kejuaraan nasional dalam waktu relatif singkat. Kisahnya membuktikan bahwa dengan pendekatan yang benar, termasuk fokus pada strategi mental carrom, siapa pun bisa berkompetisi di level tinggi.
Anatomi Mental Seorang Carrom Master: Mengendalikan Pikiran di Bawah Tekanan
Menurut Rizky, perbedaan antara pemain bagus dan carrom master sejati seringkali terletak pada apa yang terjadi di antara dua telinga mereka, bukan pada keterampilan jari semata. “Teknik strike yang bagus bisa dipelajari dalam beberapa bulan. Tapi mengelola rasa gugup saat skor 24-24 di set penentuan, itu butuh tahunan untuk dikuasai,” ujarnya.
Ia membeberkan beberapa pilar strategi mental carrom yang ia terapkan:
- Rutinitas Pra-Strike: Sebelum mengeksekusi strike apapun, Rizky selalu memiliki rutinitas kecil: menarik napas dalam, menata ulang posisi striker di jarinya, dan mengevaluasi kembali sudut yang ia targetkan. “Ritual ini seperti ‘reset button’ untuk pikiran. Ini mengalihkan fokus dari tekanan skor ke eksekusi teknis murni.”
- Menerima Unsur Keberuntungan: Carrom memiliki unsur friksi kayu, debu, dan faktor fisik lain yang tak sepenuhnya bisa dikontrol. “Pemain mental lemah akan marah saat dapat bidak jelek atau strike meleset karena debu. Saya berlatih untuk menerima itu sebagai bagian dari permainan. Fokus langsung beralih ke ‘bagaimana saya memulihkan situasi ini?’ bukan ‘mengapa ini terjadi pada saya?’.”
- Visualisasi: Di hari-hari jelang turnamen, Rizky kerap melakukan visualisasi. “Saya membayangkan suasana hall, suara bidak, bahkan bayangan lampu di atas papan. Saat benar-benar tiba di lokasi, rasa asing dan kagok berkurang drastis. Pikiran sudah merasa ‘pernah di sini’.”
Pendekatan mental ini yang kerap menjadi pembeda saat menghadapi lawan-lawan dengan teknik setara. Sebuah studi dalam Journal of Applied Sport Psychology juga menyebutkan bahwa atlet yang terlatih secara mental menunjukkan konsistensi performa 30% lebih tinggi dalam kondisi tekanan.
Blueprint Juara: Persiapan Turnamen Carrom yang Komprehensif
Persiapan Rizky menuju sebuah turnamen besar bukan hanya tentang berlatih strike selama berjam-jam. Ia membagikan blueprint persiapan turnamen carrom-nya yang terbagi dalam beberapa fase:
Fase 1: Analisis Kondisi (8-12 Minggu Sebelum Turnamen)
- Evaluasi Fisik Papan: “Saya mencari tempat latihan dengan beberapa jenis papan (kayu jati, mahoni, laminate) untuk beradaptasi dengan tingkat kehalusan dan pantulan yang berbeda.”
- Catatan Kekalahan: Setiap kekalahan dalam latihan tanding dicatat, bukan untuk disesali, tapi untuk dicari pola kesalahan teknis atau keputusan strategis yang salah.
Fase 2: Latihan Spesifik (4-8 Minggu Sebelum) - Drill Tekanan: Berlatih dengan skor yang sudah diatur, misalnya langsung dalam posisi tertinggal 20-10. “Ini melatih mental untuk tetap percaya diri dan mencari celah comeback.”
- Latihan Kondisi: Turnamen bisa berlangsung seharian penuh. Latihan stamina dengan bermain 5-6 set berturut-turut tanpa jeda panjang adalah keharusan.
Fase 3: Tapering & Mental Fine-Tuning (1 Minggu Sebelum) - Intensitas latihan fisik diturunkan, fokus beralih ke repetisi stroke ringan dan menjaga feeling.
- Mengkaji ulang rekaman pertandingan lawan potensial yang akan dihadapi.
- Menyiapkan perlengkapan pribadi: Serbuk carrom (poof) pilihan, kain pembersih, bahkan handuk kecil. “Kontrol terhadap hal-hal kecil memberi rasa nyaman dan kepastian.”
Persiapan yang matang seperti ini mengurangi faktor kejutan dan memungkinkan seorang pemain tampil maksimal murni berdasarkan skill dan strategi.
Belajar dari Kekalahan: Analisis Momen Kritis di Turnamen Besar
Rizky tidak segan membahas kekalahannya di semifinal tahun sebelumnya, yang justru menjadi batu loncatan kemenangannya di 2024. “Saat itu, saya unggul 24-20 dan tinggal menyelesaikan queen dan satu bidak. Saya gegabah, memaksa strike sulit alih-alih bermain aman. Hasilnya, saya justru memberikan foul dan peluang pada lawan,” ceritanya.
Dari momen kritis itu, ia belajar beberapa hal:
- Manajemen Emosi di Akhir Set: “Finish kuat itu penting, tapi finish yang cerdas lebih penting. Kenali momentum: kapan harus menyerang dan kapan harus mengamankan poin.”
- Komunikasi dengan Wasit: “Saya sekarang selalu memastikan posisi kaki dan tubuh saya jelas dari garis foul, terutama saat strike tegang. Komunikasi yang baik dengan wasit mencegah pelanggaran yang tidak perlu.”
- Time-Out adalah Senjata: “Banyak pemain enggan menggunakan time-out. Padahal, 60 detik itu bisa digunakan untuk memutus siklus permainan buruk, menenangkan diri, dan mengacaukan ritme lawan.”
Insight seperti ini, yang lahir dari pengalaman nyata di arena juara carrom Indonesia, adalah pelajaran berharga yang tidak ditemukan di buku teori manapun.
Pesan untuk Pemain Muda Indonesia: Membangun Fondasi yang Tepat
Untuk para pemain muda yang bercita-cita mengikuti jejaknya, Rizky memberikan nasihat yang terdengar sederhana namun mendalam:
“Jangan terburu-buru ingin menjadi ahli strike sulit. Kuasaidasar-dasarnya terlebih dahulu: pukulan lurus (straight shot), pukulan potong (cut shot), dan kontrol kekuatan. Ribuan repetisi pukulan dasar akan membangun memori otot yang andal. Setelah fondasi teknik kuat, baru pelajari strategi permainan seperti covering the board, defense play, dan queen recovery.”
Ia juga menekankan pentingnya komunitas. “Cari klub atau teman latihan yang levelnya sedikit di atas Anda. Bermain dengan yang lebih baik adalah cara belajar tercepat. Ikuti turnamen lokal, rasakan tekanannya, dan jadikan setiap kekalahan sebagai modul pembelajaran gratis.”
Terakhir, Rizky berpesan untuk menikmati prosesnya. “Gairah pada permainan inilah yang akan menjaga Anda tetap konsisten berlatih saat motivasi naik-turun. Lihatlah saya, mulai dari teras rumah nenek. Jika saya bisa, Anda pun pasti bisa, asalkan dilakukan dengan strategi mental carrom yang benar dan persiapan turnamen carrom yang matang.”
Dengan menggabungkan disiplin teknik, ketangguhan mental, dan persiapan strategis, jalan menuju puncak juara carrom Indonesia terbuka bagi siapa saja yang bersedia menjalaninya dengan sungguh-sungguh.